Penyampaian LKPJ Gubernur Kaltim 2024, Gubernur Rudy: Capaian Kinerja Cukup Bagus Rata-Rata Diatas 95 Persen
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim Tahun 2024 pada Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Kalimantan Timur masa sidang I tahun 2025, di Gedung B DPRD Kaltim, Jumat (14/3/2025).
Gubernur Rudy Mas’ud mengungkapkan
LKPJ Gubernur Kaltim disusun berdasarkan kinerja pelaksanaan APBD 2024
berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Kalimantan
Timur Tahun 2005-2025 menjadi pedoman penyusunan Rencana Pembangunan Daerah
(RPD) Kaltim 2024-2026.
Dijelaskan dalam pelaksanaan APBD
Kaltim 2024, untuk pendapatan daerah terdiri dari tiga kelompok, yaitu
pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan
daerah yang sah, dengan target sebesar Rp21,221 triliun dan terealisasi sebesar
Rp22,083 triliun atau sebesar 104,06 persen. Untuk belanja daerah
diformulasikan membiayai empat jenis belanja pembangunan daerah, yaitu belanja
operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer, dengan
realisasi sebesar Rp20,463 triliun atau sebesar 92,19 persen dari target
Rp22,198 triliun.
Secara ringkas, Gubernur Rudy yang
didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, menyampaikan realisasi capaian kinerja pada
empat tujuan dan 11 sasaran strategis pembangunan Provinsi Kaltim 2024. Tujuan
pertama adalah mewujudkan sumber daya manusia berdaya saing dengan target
kinerja sebesar 78,4 dan realisasi kinerja (78,79) atau capaian kinerja 100,50
persen. Untuk tujuan pertama, ada empat sasaran kinerja yaitu meningkatnya
pemerataan taraf pendidikan masyarakat, meningkatnya derajat kesehatan
masyarakat, menurunnya tingkat pengangguran dan meningkatnya daya saing
perempuan.
Tujuan kedua, yaitu mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dengan tiga sasaran kinerja yaitu
terwujudnya diversifikasi ekonomi, meningkatnya keberdayaan masyarakat miskin
dan meningkatnya kualitas layanan infrastruktur. Realisasi capaian kinerja dari
beberapa indikator, di antaranya laju pertumbuhan ekonomi (97,94 persen),
tingkat kemiskinan (100 persen), dan indeks gini (98,42 persen).
Tujuan ketiga adalah meningkatkan
kualitas lingkungan hidup, dengan empat sasaran kinerja, yaitu terjaganya
kualitas air, air laut, udara dan lahan, menurunnya emisi gas rumah kaca sektor
kehutanan dan penggunaan lahan, serta meningkatnya pemanfaatan energi baru
terbarukan. Realisasi capaian kinerja dari dua indikator, yaitu indeks kualitas
lingkungan hidup (100,76 persen) dan persentase penurunan emisi dari business
as usual (124,28 persen).
Terakhir, tujuan keempat adalah
mewujudkan reformasi birokrasi dengan sasaran kinerja terwujudnya birokrasi
yang profesional, akuntabel serta berorientasi pelayanan publik yang didukung
ASN BerAKHLAK. Realisasi capaian kinerja dari beberapa indikator, di antaranya indeks
kepuasan masyarakat (99,55 persen), sistem merit (98,65 persen), indeks SPBE
(126,33 persen), nilai akuntabilitas kinerja (100,31 persen) dan tingkat
maturitas SPIP (100,99 persen).
“Saya rasa sudah sesuai dengan
semua LKPJ Gubernur Kaltim 2024. Sebenarnya ini laporannya 2023-2024 sementara
kami masuk 2025, jadi kami menyampaikan laporannya saja. Yang jelas kinerja
cukup bagus, rata-rata capaiannya di atas 95 persen bahkan melampaui itu.
Mungkin ke depannya jauh lebih bagus lagi, kinerja dan indeks-indeksnya semua.
Intinya dari persentasenya sangat baik,” ucap Rudy.
Setelah penyampaian LKPJ Gubernur
Kaltim 2024, dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kaltim
Pembahas LKPJ Gubernur Kaltim 2024, dengan Ketua Agus Suwandy dari Fraksi Partai
Gerindra dan Wakil Agus Aras dari Fraksi Demokrat-PPP. Masa kerja pansus ini
selama 30 hari sejak ditetapkan.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan anggota DPRD Kaltim Abdul Rakhman Bolong masa jabatan 2024-2025 menggantikan H Seno Aji yang terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2025-2030.
Rapat paripurna ini dihadiri Wakil
Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Yenni Eviliana, 31 anggota dewan, Forkopimda
Kaltim, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni beserta asisten, staf ahli dan
pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim. (mar)